SEJUTA POHON
ITU BENTENG YANG MENJAGA KELAPKELIPKU
Sayapku
lelah
Tak
ada tempat istirahat disepertiga perjalanan
Menuju
kelaut. Pohon pohon ini awalnya berkumpul
Pada
gundukan tanah yang menjulang.
“Kemana
saja Saudaraku, tumben kamis kemarin tidak
Mengistirahatkan
sayapmu, aku rindu kepakan bulu-bulu indahmu,
Dan
suara gelisahmu,” itu yang biasa aku dengar sapaanya
Bila
aku berbelok arah perjalananku.
Sayapku
makin rapuh saja
Kucari
disetiap sepertiga perjalanan pada gundukan tanah
Yang
menjulang, tak pernah kutemui
Sejuta
dirimu yang sanggup menjulangkan gundukan tanah
Sejuta
dirimu yang sanggup menangkapi awan
Meneduhi kelap-kelip kunang kunang yang padam
“Sejuta
pohon itu seperti benteng yang menjaga kelapkelipku
Dimalam
hari,” aku dengar dengkur kunangkunang disiang hari pada sepertiga
Perjalananku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar