Kamis, 10 April 2014

bukan sastra


SEJUTA POHON ITU BENTENG YANG MENJAGA KELAPKELIPKU

Sayapku lelah
Tak ada tempat istirahat disepertiga perjalanan
Menuju kelaut. Pohon pohon ini awalnya berkumpul
Pada gundukan tanah yang menjulang.
“Kemana saja Saudaraku, tumben kamis kemarin tidak
Mengistirahatkan sayapmu, aku rindu kepakan bulu-bulu indahmu,
Dan suara gelisahmu,” itu yang biasa aku dengar sapaanya
Bila aku berbelok arah perjalananku.

Sayapku makin rapuh saja
Kucari disetiap sepertiga perjalanan pada gundukan tanah
Yang menjulang, tak pernah kutemui
Sejuta dirimu yang sanggup menjulangkan gundukan tanah
Sejuta dirimu yang sanggup menangkapi awan
Meneduhi  kelap-kelip kunang kunang yang padam
“Sejuta pohon itu seperti benteng yang menjaga kelapkelipku
Dimalam hari,” aku dengar dengkur kunangkunang disiang hari pada sepertiga
Perjalananku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar